Kamis, 16 Februari 2012

Sayonara~


Hallo hallo, para Readers yang udah ngikutin blog aku ini dari awal aku buat sampai sekarang :)

Udah lamaaaaa bangetkan nih aku gak ngepostingin sesuatu, bukan berarti aku udah gak pernah ngeblogging lagi loh ya. Tapi aku pengen ngevacumin aja ini blog soalnya aku udah ngebuat blog baru lagi nih. Emm tapi tetep deh bakal aku coba buat ngepostingin sesutu di blog ini, tapi yaa gak bisa sering-sering.

Jangan pada sedih yaa, Readers *idih pedenya!* nih aku bagiin alamat blog aku yang baru jadi kalian bisa tetep menikmati postingan-postinga dari aku. Nih nih nih alamatnya www.netherindisch.blogspot.com Jangan lupa yaa, Readers pada mampir gitu walaupun Cuma sekedar liat doang. Okeoke? Aku tunggu loh…


Cao~!

Aimee B.

Jumat, 20 Agustus 2010

Ichii Junior High School


Title : Ichii Junior High School
Warning! Bukan nama sebenarnya, gaje, garing, aneh, abal, dll. Don’t like don’t read
Genre : Humor/ Romance
Rate : T

Chapter 1 : Prologue (?)
A/N : “Fic ini adalah cerita tentang masa-masa saat saiia baru masuk SMP, tapi tentu saja semua    
Nama, tempat, waktu dalam cerita ini sudah disamarkan, hohoho..”
Summary : “Ichigo dan Sakura kebingungan mencari kelas mereka yang ternyata sangat terpencil untung saja malaikat masih sayag kepada mereka sehingga mereka bisa menemukan kelas itu. Dalam acara pemilihan pengurus kelas Ichigo dan Sakura dicalonkan sebagai ketua kelas. Siapakah diantara mereka yang akan menjadi ketua kelas? Atau apakah orang lain yang akan menduduki posisi sebagai ketua kelas?”



Musim semi..Awal dari dimulainya kelas baru (kenaikan kelas).

Para senpai-senpai dikelas teratas sudah lulus dan digantikan oleh adik kelasnya. Para junior-junior di kelas terendah sudah naik kelas dan digantikan oleh junior-junior yang baru.

Ichigo, salah seorang junior baru merasa tegang saat hari pertama masuk. Untung saja tak seberapa lama setelah itu, temannya yang dulu satu sekolah dengannya datang.

“Hei, Sakura ayo kita lihat pembagian kelasnya berasama,” ajak Ichigo.

“Ayoo!” jawab Sakura.

Di depan papan pengumuman…

“Uh yeah..kita satu kelas!” kata Sakura dengan girang.

“Yeeeeeeaahai!!” sorak Ichigo.

“Eheh.. by the way si Raito masuk kelas apa?” tanya Ichigo.

“Sek-..sek..sek. Dia masuk kelas 7.6” jawab Sakura.

“Fyuh..untung dia nggak sekelas asama kita” kata Ichigo.

“Haha..iya. Tapi kamu yakin nggak mau satu kelas sama Raito?” tanya Sakura.

“Ya iyalah aku gak mau! Nggak mau banget aku satu seklas sama Raito uadah bosen aku sekelas sama dia selama 6 tahun,” sangkal Ichigo panjang lebar.

“Ah..masa sih?” ledek Sakuara.

“Sekali enggak ya enggak! Jangan-jangan kamu lagi yang mau satu kelas sama dia? Ya kan? Hahah..” kata Ichigo.

“Wii..enggak lah,” elak Sakura.

***

Lalu..

Saat mereka sedang on the way menuju kelas 7.5 (kelas mereka) mereka kebingungan mencari kelas itu. Karena letak kelas itu tak sama separti yang ada di enah sekolah.

Untung saja mereka bertemu dengan Marinchan yang kawaii abis *jangan ge-er ya Marin.*

Ternya e ternya, dia lari sama mantar pacarnya. Sial, sial, sial!! *pletak-dilempar sandal* Hoy!! Siapa yang berani-beraninya ngelemparin sendal ke kepalaku? *pletak-dilempar sandal lagi* Oh..yayaya, mamaf saiia malah jadi ngelantur nyanyi lagunya PP (Pr*ject P*p).

Oke, lanjut lagi ke ceritanya..

Ternyata e ternyata Ichigo dan Sakura diajak muter-muter sama Marin.

‘Buhsyeet..kelasnya jauh amat yah pake muter-muter gini’ kata Ichigo.

‘Ini sebenernya, si Marin *emangnya mereka udah kenalan ya?* tau kelasnya gak sih?? Perasaan Cuma muter-muter aja’ dumal Sakura.

Saat sudah sampai dikelas 7.5…

“Wah makasih ya,” kata Ichigo.

“Iya, sama-sama,” balas Marin.

“Oh iya..nama kamu siapa?” tanya Sakura.

“Marin,” jawabnya dengan singkat lalu pergi meninggalkan ichigo dan Sakura.

Teng..teng..teng..
“Bagi para junior-junior baru diharap segera menuju ke GOR. Karena para senpai sudah menunggu untuk menyiksa kalian *gak ding! cuma mau dikasih penjelasan*” kata suara yang keluar dari speaker tiap-tiap sudut sekolah.

Jadi Ichigo dan Sakura yang sudah ditinggal pergi Marin segera menuju GOR.

***

Di GOR…

“Ayo-ayo junior kelas 7.1 kumpul ke sini!!” triak senpai-senpai bermuka ganas yang siap memakan juniornya hidup-hidup #plak *nggak ding senpai-senpainya imut kok~~*

“Kelas 7.2…”

“Kelas 7.3 kum…”

“Kelas 7.4..”

“Kelas 7.5 kumpl di ….”

“Kelas 7.6 kumpul disini!!” triak para senpai bersahut-sahutan.

“Ayo adek-adek pada bars yang rapi!!” perintah senpai yang sepaertinya paling disegani.

Lalu sensei yang sepertinya berkedudukan tak lebih tinngi dri pricinipal of school, tapi leih tinggi dari guru-guru yang lain memperkenalkan dua orang senpai paling populer yang ternya adalah dua orang senpai yang menjaga kelas Icgigo dan Sakura.

Ternyata dua orang senpai itu bernama Lidner dan Matsuda.

Lidnersenpai ternyata adalah ketua OSIS dan Matsudasenpai adalah ketua 2 OSIS.

Diwaktu yang bersamaan dengan dijelaskannya sipa dua orang senpai itu, Ichigo dan Sakura beremu dengan teman lama mereka yang bernama Kiyomi.

Singkat cerita, para junior digiriing *ayamkale!* menuju kelas masing-masing.

***

Di kelas...

"Perkenalkan adik-adik nama saiia Matsuda," kata Matsuda
senpai.

"Sudahh tau kak, kan tadi sewaktu di GOR juga udah memperkenalan diri," sahut Ichigo .

"Oiya..lupa tadi kan sudah memperkenalkan diriya (?)," ujar Matsudasenpai sedikit malu.

"Ya sudah..sekarang saiia akan memperkenalkan senpai-senpai yang lainnya ya.." kata Lidnersenpai.

“Iya kak!!” jawab junior-junior kelas 7.5 dengan kompak tapi sedikit bermalu-malu.

"Yang ini namanya matt, lalu itu Azuka, itu Robert, dan itu Sayu," terang Lidnersenpai.


Setelah masing-masing senpai
memperkenalkan diri mereka masing-masing…

"Ayoo..catet jadwalnya ya?" kata Roobertsenpai.

"
Iya..kak!" kata para junior.

"
Getsuyoubi[1] kita akan an melaksanakan upacara lalu emb... WWM, istirahat, belajar menyanyikan hymne sekolah kita dan trakhir acra OSIS," kta lidnersenpai sang ketua OSIS.

"
Iuh.. upacara?! oh my goosh ,nggak bant deeh!! Upacra kan panas, udah gitu aku juga gak pernah upacara!" protes Ichigo.

‘Yaampun, Ichigo kamu malu-maluin banget sih!!!’ jerit Sakura dalam hati.

"
Ya biasakanlah dirimu untuk upacar mulaii besok senin," kata Mattsenpai menasehati Ichigo.

"
Huuh.. !" dumal Ichigo karna sebel.

"
Memangnya dulu kamu SD mana, Ichigo? Kok nggak pernah upacara?" tanya Lidnersenpai dengan penuh rasa ingin tahu. *nggak juga sih. Orang cuma heran aja, wgwg..*

"Yaa..pastinya  di *piip!* elementary school[2] dong!" jawab Ichigo dengan bangga.

"Oooh... pantesan, "
kata Lidnersenpai.

"
Udah. . .udah. . . sekarang kita lanjutin lagi aja! Robert, lanjutin gih bacanya!" perintah Matsudasenpai mengakhiri perdebatan.

"
Kayoubi[3], kita akan MOS di Smart Park, khekeke..." ujar Robertsenpai melanjutkan.

"Whee.. bakal dilihat banyak banyak orang dong?" tanya Ichigo dengan nada sedikit protes.

"
Haha..tentu saja, tapi tenang saja. Besok juga bakal banyak junior-junior dari sekolah lain yang MOS disana,"ujar Mattsenpai menenangkan.
*p
adahal Ichigo kaga panik, tp protes. Hayaa.. sudahlah namany  juga cerita geje. jadi nikmatilah... *

"
Sekarang saiia bacakan jadwal untuk hari rabunya," kata Matsudasenpai. "Pertama kita PBB, lalu penjelasan tentang tata tertib dan tata krama di IJHS, then kalian boleh istirahat dulu, and the last ada acara dari kami, anak-anak OSIS.”

"
Naah sekarang catet perlengkapan yang harus kalian bawa dan pakai," kata Sayusenpai.

"
Iyaa... kak Sayusenpai," ujar juior-junior dengan serempak.

"
Kalian besok itu pake baju seragam SD, sepatu hitam, kaos kaki putih, gesper hitam, topi, trus jangan lupa bawa makanan dan minuman buat dikasih kita *sebetulnya untuk makan pas istirahat kalo nggak mau jajan da kantin, tapi biar keliatan kejam ya aku dramatisir aja, wkwk...*, " kata Sayusenpai.

"
Oya...bawa juga papan nama meja dengan ukuran 30 cm x 30 cm dan tapser dengan bentuk rumah. Ukrannya bebas yang penting muat ditempelin foto ukran 3x4, ditulisin nama lengkap kalian, kelas, moto hidup, dan di bagian bawahnya jangan lupa ditulisin  ICHII JUNIOR HIGH SCHOOL," kata Mattsenpai.

"Woy...ada yang kelupaan belum lo bilangin, bro!" kata Matsudasenpai.

"Whehehe..iy lupa -,-" sorry,bro! Warna tapser dan papan nama mejanya wajib berwarna abu-abu kalo nggak ada ya boleh warna silver. Secara senpai-senpainya baik hati gitu lho *yapo?*, wkwk... " kata Mattsenpai dengn rada malu-malu padahal ya malu-maluin, udah gitu pake sok lagi *wkw..peace ^^V*

***

Then…

"Ayo..sekarang saatnya pemilihan ketua kelas," kata Matsuda
senpai.

"Siapa yang mau
mencalonkan diri?" tanya Lidnersenpai.

Karna para junior-junior barunya masih pada malu-malu, jadi nggak ada yang berani mencalonkan diri. Tapiada satu junior yang entah nggak tau malu atau memang ke-PD an *author : menatap-sinis-keorang-yang-dimaksud*

“Senpai, saiia mau mencalonkan diri sebagai ketua kelas!” kata Ryu.

“Wah..oke oke. Trus siapa lagi?” tanya Matsudasenpai.

Hening…

“Ya udah kalau nggak ada yang mau kita tunjuk aja yaa..” kata Lidnersenpai.

“Hahah..kita pilih aja. Gimana kalau itu tu yang tadi suka protes. Siapa itu namanya?” usul Mattsenpai.

“Oh..itu, I…Ichigo!” jawab Matsuda­senpai.

“Weh..kok aku?!” protes Ichigo.

“Udah nggak papa dek, kamu aja,”kata Sayusenpai.

“Ya nggak bisa gitu, kak! Mending Sakura aja kakjangan aku!” elak Ichigo.

“Lho kok aku dibawa-bawa?” tanya Sakura.

“Hehehe..” tawa Ichigo.

“Udah-udah mending kita ambil du kandidat dari cewek dan dua kandidat dari cowok aja,” kata Matsudasenpai menengahi.

“Iya betul itu usulnya, Matsuda. Kalo gitu sekarang kita pilih satu orang lagi dari cowok” kata Lidnersenpai menyetujui usulan dari Matsudasenpai.

“Udah yang itu aja!” tunjuk Mattsenpai.

“Ya itu aja,” kata Robertsenpai menyetujui. “Namamu siapa, dek?”

“Aku, kak?” tanya Teru.

“Iya, kamu. Namamu siapa?” ulang Robertsenpai.

“Teru, kak,” jawab Teru.

“Oke, sekarang kita mulai votingnya!” kata Sayusenpai.

“Siapa yang milih Ryu?” tanya Matsudasenpai.

Para pendukung Ryu pun mengangkat tangannya.

Jeng..jeng…

“Wah ada, 7 orang,” kata Robertsenpai.

“Yang milih Teru siapa?” tanya Sayusenpai (lagi).

Para pendukung Teru pun mengangkat tangannya.

Jeng..jeng…

“Yak, ada 5 orang,” komentar Matsudasenpai.

“Sekarang sipa yang milih Ichigo?” tanya Lidnersenpai menggantikan Sayusenpai yang pergi keluar sebentar karena panggilan alam (?).

“Wew, 7 orang!” seru Matsudasenpai.

“Kalo yang milih Sakura?” tanya Lidnersenpai (lagi).

Ada 8 orang,” kata Sayusenpai yang sudah muncul lagi entah dari mana.

‘Yes..’ kata Ichigo dalam hati.

 “Jadi berdasarkan voting tadi yang menang adalah Sakura dan Ryu,” ujar Matsudasenpai. “Sakura, kamu mau jadi ketua atau wakilnya?”

“Jadi wakil aja deh, senpai,” jawab Sakura dengan tatapan-ogah-bener-dah-gw-jadi-salahsatunya.

“Haha..yak kalu gitu, Ryu kamu yang jadi ketuanya ya..” kata Matsudasenpai.

“Whahaha..gak elit banget menangnya,” ledek Ichigo.

“Hussh…nggak boleh ngejek gitu,” nasehat Sayusenpai yang berdiri di depan meja Ichigo.

“Heheh..peace, kak!” kata Ichigo sambil menunjukkan jari telunjung dan tengahnya.

Singkat cerita hasil pemilihan para pengurus-pengus kelanya adalah sebagai berikut :

Ketua               : Ryu
Wakil               : Sakura
Sekertaris 1      : Ageha
Sekertaris 2      : Mogi
Bendahara 1     : Kenji
Bendahara 2     : Karin
***

“Oh..iya adek-adek, kalian belum pada bikin seruan kelas lho! Mau apa seruannya?” tanya Robertsenpai.

Hening…

“Ditunjuk aja deh biar pada mau usul,” usul Matt­senpai.

“Hahah..iya. Ichigo punya usul?” tanya Matsudasenpai.

“Mmm..apa,” tanya Ichigo.

“Punya usul?” ulang Matsudasenpai.

“Ya itu tadi apa!” kata Ichigo.

“Weh wagu, dek! Masak kalu dipanggil kelas 7.5 jawabnya apa,” cemoh Mattsenpai.

“Ya bener, kak! Kan dipanggil jadi ya seruannya apa, sekalian nanya gitu kenapa dipanggil,” jawab Ichigo sambil senyam-senyum geje. *maklum Ichigokan emeang gila*

“Udah-udah dari pada ribut-ribut gitu. Ada yang punya usul lain nggak?” tanya Lidnersenpai.

“Aku, kak!” kata Ryu.

“Apa?” tanya Robertsenpai.

“Cool aja, kak!”

“Ya bagus itu usulnya,” kata Mattsenpai.

“Whii..atos banget e, kak!” kata Icigo sebel.

“Whahah…damai aja dek, maksudku kan Cuma bercanda,” kata Mattsenpai.

Ada yang punya usul lain?” tanya Sayusenpai.

Hening…

“Ya udah kalau gitu pake’ yang keren aja ya?” tanya Mattsenpai.

“Ya, kak!” jawab junior-junior serempak.

***

Teng..teng..teng..

Bel tanda pulang (?) sudah berdentang tandanya para junior-junior boleh pulang. *Yeahaaay J*

Di beringin…

Ryu sang ketua kelas 7.5 yang baru saja terpilih itu mendatangi Ichigo dan Sakura yang sedang duduk santai di beringin untuk menunggu jemputan.

" Hai.., Sakura yang mana? Ichigo yang mana?" tanya Ryu.

"Weeh..memangnya kita mirip ya? Kok kamu nggak bisa mbedainnya ?" tanya ichigo dengan heran .
"
Enggak kok.. Cuma mau tanya aja, " jawab Ryu dengan rada kikuk.
"
Ooo..jangan-jangan kamu suka ya sama Sakura? Cie..." ledek ichigo dengan ceplas-ceplos.
“Iih..apaan sih? " kata Sakura dengan rada-rada  sewot. *wkwkw...*

Setelah percakapan itu selesai Ryu pun pergi begitu saja..*dasar !*


Dua puluh menit sudah Ichigo dan Sakura menungu jemputan mereka dan akhirnya mereka pun dijemput dan pulang ke rumah masing-masing.


~tbc~

[1] Getsuyoubi : hari senin
[2] *piip!* elementary school : gak mau promosi nama sekolah
[3] Kayoubi : hari selasa

A/N : Whuahahah akhirnya selesai juga chapter 1 ini *ketawa nista* Bagi yang udah baca pasti bigung sebenernya ini latar tempatnya dimana ya kan? *Lah aku aja yang bikin juga bingung lho!#PLAK!* Sebenernya ini alur maupun latarnya memang saiia buat ruwet alias aneh-aneh alias neko-neko jadi harap maklum dan jangan bakar saiia.