Title : Ichii Junior High School
Warning! Bukan nama sebenarnya, gaje, garing, aneh, abal, dll. Don’t like don’t read
Genre : Humor/ Romance
Rate : T
Chapter 1 : Prologue (?)
A/N : “Fic ini adalah cerita tentang masa-masa saat saiia baru masuk SMP, tapi tentu saja semua
Nama, tempat, waktu dalam cerita ini sudah disamarkan, hohoho..”
Summary : “Ichigo dan Sakura kebingungan mencari kelas mereka yang ternyata sangat terpencil untung saja malaikat masih sayag kepada mereka sehingga mereka bisa menemukan kelas itu. Dalam acara pemilihan pengurus kelas Ichigo dan Sakura dicalonkan sebagai ketua kelas. Siapakah diantara mereka yang akan menjadi ketua kelas? Atau apakah orang lain yang akan menduduki posisi sebagai ketua kelas?”
Musim semi..Awal dari dimulainya kelas baru (kenaikan kelas).
Ichigo, salah seorang junior baru merasa tegang saat hari pertama masuk. Untung saja tak seberapa lama setelah itu, temannya yang dulu satu sekolah dengannya datang.
“Hei, Sakura ayo kita lihat pembagian kelasnya berasama,” ajak Ichigo.
“Ayoo!” jawab Sakura.
Di depan papan pengumuman…
“Uh yeah..kita satu kelas!” kata Sakura dengan girang.
“Yeeeeeeaahai!!” sorak Ichigo.
“Eheh.. by the way si Raito masuk kelas apa?” tanya Ichigo.
“Sek-..sek..sek. Dia masuk kelas 7.6” jawab Sakura.
“Fyuh..untung dia nggak sekelas asama kita” kata Ichigo.
“Haha..iya. Tapi kamu yakin nggak mau satu kelas sama Raito?” tanya Sakura.
“Ya iyalah aku gak mau! Nggak mau banget aku satu seklas sama Raito uadah bosen aku sekelas sama dia selama 6 tahun,” sangkal Ichigo panjang lebar.
“Ah..masa sih?” ledek Sakuara.
“Sekali enggak ya enggak! Jangan-jangan kamu lagi yang mau satu kelas sama dia? Ya kan ? Hahah..” kata Ichigo.
“Wii..enggak lah,” elak Sakura.
***
Lalu..
Saat mereka sedang on the way menuju kelas 7.5 (kelas mereka) mereka kebingungan mencari kelas itu. Karena letak kelas itu tak sama separti yang ada di enah sekolah.
Untung saja mereka bertemu dengan Marin-chan yang kawaii abis *jangan ge-er ya Marin.*
Ternya e ternya, dia lari sama mantar pacarnya. Sial, sial, sial!! *pletak-dilempar sandal* Hoy!! Siapa yang berani-beraninya ngelemparin sendal ke kepalaku? *pletak-dilempar sandal lagi* Oh..yayaya, mamaf saiia malah jadi ngelantur nyanyi lagunya PP (Pr*ject P*p).
Oke, lanjut lagi ke ceritanya..
Ternyata e ternyata Ichigo dan Sakura diajak muter-muter sama Marin.
‘Buhsyeet..kelasnya jauh amat yah pake muter-muter gini’ kata Ichigo.
‘Ini sebenernya, si Marin *emangnya mereka udah kenalan ya?* tau kelasnya gak sih?? Perasaan Cuma muter-muter aja’ dumal Sakura.
Saat sudah sampai dikelas 7.5…
“Wah makasih ya,” kata Ichigo.
“Iya, sama-sama,” balas Marin.
“Oh iya..nama kamu siapa?” tanya Sakura.
“Marin,” jawabnya dengan singkat lalu pergi meninggalkan ichigo dan Sakura.
Teng..teng..teng..
“Bagi para junior-junior baru diharap segera menuju ke GOR. Karena para senpai sudah menunggu untuk menyiksa kalian *gak ding! cuma mau dikasih penjelasan*” kata suara yang keluar dari speaker tiap-tiap sudut sekolah.
Jadi Ichigo dan Sakura yang sudah ditinggal pergi Marin segera menuju GOR.
***
Di GOR…
“Ayo-ayo junior kelas 7.1 kumpul ke sini!!” triak senpai-senpai bermuka ganas yang siap memakan juniornya hidup-hidup #plak *nggak ding senpai-senpainya imut kok~~*
“Kelas 7.2…”
“Kelas 7.3 kum…”
“Kelas 7.4..”
“Kelas 7.5 kumpl di ….”
“Kelas 7.6 kumpul disini!!” triak para senpai bersahut-sahutan.
“Ayo adek-adek pada bars yang rapi!!” perintah senpai yang sepaertinya paling disegani.
Lalu sensei yang sepertinya berkedudukan tak lebih tinngi dri pricinipal of school, tapi leih tinggi dari guru-guru yang lain memperkenalkan dua orang senpai paling populer yang ternya adalah dua orang senpai yang menjaga kelas Icgigo dan Sakura.
Ternyata dua orang senpai itu bernama Lidner dan Matsuda.
Lidner-senpai ternyata adalah ketua OSIS dan Matsuda-senpai adalah ketua 2 OSIS.
Diwaktu yang bersamaan dengan dijelaskannya sipa dua orang senpai itu, Ichigo dan Sakura beremu dengan teman lama mereka yang bernama Kiyomi.
Singkat cerita, para junior digiriing *ayamkale!* menuju kelas masing-masing.
***
Di kelas...
"Perkenalkan adik-adik nama saiia Matsuda," kata Matsuda-senpai.
"Perkenalkan adik-adik nama saiia Matsuda," kata Matsuda-senpai.
"Sudahh tau kak, kan tadi sewaktu di GOR juga udah memperkenalan diri," sahut Ichigo .
"Oiya..lupa tadi kan sudah memperkenalkan diriya (?)," ujar Matsuda-senpai sedikit malu.
"Ya sudah..sekarang saiia akan memperkenalkan senpai-senpai yang lainnya ya.." kata Lidner-senpai.
“Iya kak!!” jawab junior-junior kelas 7.5 dengan kompak tapi sedikit bermalu-malu.
"Yang ini namanya matt, lalu itu Azuka, itu Robert, dan itu Sayu," terang Lidner-senpai.
Setelah masing-masing senpai memperkenalkan diri mereka masing-masing…
Setelah masing-masing senpai memperkenalkan diri mereka masing-masing…
"Ayoo..catet jadwalnya ya?" kata Roobert-senpai.
"Iya..kak!" kata para junior.
" Getsuyoubi[1] kita akan an melaksanakan upacara lalu emb... WWM, istirahat, belajar menyanyikan hymne sekolah kita dan trakhir acra OSIS," kta lidner-senpai sang ketua OSIS.
"Iuh.. upacara?! oh my goosh ,nggak bant deeh!! Upacra
‘Yaampun, Ichigo kamu malu-maluin banget sih!!!’ jerit Sakura dalam hati.
"Ya biasakanlah dirimu untuk upacar mulaii besok senin," kata Matt-senpai menasehati Ichigo.
"Huuh.. !" dumal Ichigo karna sebel.
"Memangnya dulu kamu SD mana, Ichigo? Kok nggak pernah upacara?" tanya Lidner-senpai dengan penuh rasa ingin tahu. *nggak juga sih. Orang cuma heran aja, wgwg..*
"Yaa..pastinya di *piip!* elementary school[2] dong!" jawab Ichigo dengan bangga.
"Oooh... pantesan, " kata Lidner-senpai.
"Udah. . .udah. . . sekarang kita lanjutin lagi aja! Robert, lanjutin gih bacanya!" perintah Matsuda-senpai mengakhiri perdebatan.
"Kayoubi[3], kita akan MOS di Smart Park, khekeke..." ujar Robert-senpai melanjutkan.
"Whee.. bakal dilihat banyak banyak orang dong?" tanya Ichigo dengan nada sedikit protes.
"Haha..tentu saja, tapi tenang saja. Besok juga bakal banyak junior-junior dari sekolah lain yang MOS disana,"ujar Matt-senpai menenangkan.
*padahal Ichigo kaga panik, tp protes. Hayaa.. sudahlah namany juga cerita geje. jadi nikmatilah... *
"Sekarang saiia bacakan jadwal untuk hari rabunya," kata Matsuda-senpai. "Pertama kita PBB, lalu penjelasan tentang tata tertib dan tata krama di IJHS, then kalian boleh istirahat dulu, and the last ada acara dari kami, anak-anak OSIS.”
"Naah sekarang catet perlengkapan yang harus kalian bawa dan pakai," kata Sayu-senpai.
"Iyaa... kak Sayu-senpai," ujar juior-junior dengan serempak.
"Kalian besok itu pake baju seragam SD, sepatu hitam, kaos kaki putih, gesper hitam, topi, trus jangan lupa bawa makanan dan minuman buat dikasih kita *sebetulnya untuk makan pas istirahat kalo nggak mau jajan da kantin, tapi biar keliatan kejam ya aku dramatisir aja, wkwk...*, " kata Sayu-senpai.
"Oya...bawa juga papan nama meja dengan ukuran 30 cm x 30 cm dan tapser dengan bentuk rumah. Ukrannya bebas yang penting muat ditempelin foto ukran 3x4, ditulisin nama lengkap kalian, kelas, moto hidup, dan di bagian bawahnya jangan lupa ditulisin ICHII JUNIOR HIGH SCHOOL," kata Matt-senpai.
"Woy...ada yang kelupaan belum lo bilangin, bro!" kata Matsuda-senpai.
"Whehehe..iy lupa -,-" sorry,bro! Warna tapser dan papan nama mejanya wajib berwarna abu-abu kalo nggak ada ya boleh warna silver. Secara senpai-senpainya baik hati gitu lho *yapo?*, wkwk... " kata Matt-senpai dengn rada malu-malu padahal ya malu-maluin, udah gitu pake sok lagi *wkw..peace ^^V*
***
Then…
"Ayo..sekarang saatnya pemilihan ketua kelas," kata Matsuda-senpai.
"Siapa yang mau mencalonkan diri?" tanya Lidner-senpai.
Karna para junior-junior barunya masih pada malu-malu, jadi nggak ada yang berani mencalonkan diri. Tapiada satu junior yang entah nggak tau malu atau memang ke-PD an *author : menatap-sinis-keorang-yang-dimaksud*
“Senpai, saiia mau mencalonkan diri sebagai ketua kelas!” kata Ryu.
“Wah..oke oke. Trus siapa lagi?” tanya Matsuda-senpai.
Hening…
“Ya udah kalau nggak ada yang mau kita tunjuk aja yaa..” kata Lidner-senpai.
“Hahah..kita pilih aja. Gimana kalau itu tu yang tadi suka protes. Siapa itu namanya?” usul Matt-senpai.
“Oh..itu, I…Ichigo!” jawab Matsuda-senpai.
“Weh..kok aku?!” protes Ichigo.
“Udah nggak papa dek, kamu aja,”kata Sayu-senpai.
“Ya nggak bisa gitu, kak! Mending Sakura aja kakjangan aku!” elak Ichigo.
“Lho kok aku dibawa-bawa?” tanya Sakura.
“Hehehe..” tawa Ichigo.
“Udah-udah mending kita ambil du kandidat dari cewek dan dua kandidat dari cowok aja,” kata Matsuda-senpai menengahi.
“Iya betul itu usulnya, Matsuda. Kalo gitu sekarang kita pilih satu orang lagi dari cowok” kata Lidner-senpai menyetujui usulan dari Matsuda-senpai.
“Udah yang itu aja!” tunjuk Matt-senpai.
“Ya itu aja,” kata Robert-senpai menyetujui. “Namamu siapa, dek?”
“Aku, kak?” tanya Teru.
“Iya, kamu. Namamu siapa?” ulang Robert-senpai.
“Teru, kak,” jawab Teru.
“Oke, sekarang kita mulai votingnya!” kata Sayu-senpai.
“Siapa yang milih Ryu?” tanya Matsuda-senpai.
Jeng..jeng…
“Wah ada, 7 orang,” kata Robert-senpai.
“Yang milih Teru siapa?” tanya Sayu-senpai (lagi).
Jeng..jeng…
“Yak, ada 5 orang,” komentar Matsuda-senpai.
“Sekarang sipa yang milih Ichigo?” tanya Lidner-senpai menggantikan Sayu-senpai yang pergi keluar sebentar karena panggilan alam (?).
“Wew, 7 orang!” seru Matsuda-senpai.
“Kalo yang milih Sakura?” tanya Lidner-senpai (lagi).
“Ada 8 orang,” kata Sayu-senpai yang sudah muncul lagi entah dari mana.
‘Yes..’ kata Ichigo dalam hati.
“Jadi berdasarkan voting tadi yang menang adalah Sakura dan Ryu,” ujar Matsuda-senpai. “Sakura, kamu mau jadi ketua atau wakilnya?”
“Jadi wakil aja deh, senpai,” jawab Sakura dengan tatapan-ogah-bener-dah-gw-jadi-salahsatunya.
“Haha..yak kalu gitu, Ryu kamu yang jadi ketuanya ya..” kata Matsuda-senpai.
“Whahaha..gak elit banget menangnya,” ledek Ichigo.
“Hussh…nggak boleh ngejek gitu,” nasehat Sayu-senpai yang berdiri di depan meja Ichigo.
“Heheh..peace, kak!” kata Ichigo sambil menunjukkan jari telunjung dan tengahnya.
Singkat cerita hasil pemilihan para pengurus-pengus kelanya adalah sebagai berikut :
Ketua : Ryu
Wakil : Sakura
Sekertaris 1 : Ageha
Sekertaris 2 : Mogi
Bendahara 1 : Kenji
Bendahara 2 : Karin
***
“Oh..iya adek-adek, kalian belum pada bikin seruan kelas lho! Mau apa seruannya?” tanya Robert-senpai.
Hening…
“Ditunjuk aja deh biar pada mau usul,” usul Matt-senpai.
“Hahah..iya. Ichigo punya usul?” tanya Matsuda-senpai.
“Mmm..apa,” tanya Ichigo.
“Punya usul?” ulang Matsuda-senpai.
“Ya itu tadi apa!” kata Ichigo.
“Weh wagu, dek! Masak kalu dipanggil kelas 7.5 jawabnya apa,” cemoh Matt-senpai.
“Ya bener, kak! Kan dipanggil jadi ya seruannya apa, sekalian nanya gitu kenapa dipanggil,” jawab Ichigo sambil senyam-senyum geje. *maklum Ichigokan emeang gila*
“Udah-udah dari pada ribut-ribut gitu. Ada yang punya usul lain nggak?” tanya Lidner-senpai.
“Aku, kak!” kata Ryu.
“Apa?” tanya Robert-senpai.
“Cool aja, kak!”
“Ya bagus itu usulnya,” kata Matt-senpai.
“Whii..atos banget e, kak!” kata Icigo sebel.
“Whahah…damai aja dek, maksudku kan Cuma bercanda,” kata Matt-senpai.
“Ada yang punya usul lain?” tanya Sayu-senpai.
Hening…
“Ya udah kalau gitu pake’ yang keren aja ya?” tanya Matt-senpai.
“Ya, kak!” jawab junior-junior serempak.
***
Teng..teng..teng..
Bel tanda pulang (?) sudah berdentang tandanya para junior-junior boleh pulang. *Yeahaaay J*
Di beringin…
Ryu sang ketua kelas 7.5 yang baru saja terpilih itu mendatangi Ichigo dan Sakura yang sedang duduk santai di beringin untuk menunggu jemputan.
" Hai.., Sakura yang mana? Ichigo yang mana?" tanya Ryu.
"Weeh..memangnya kita mirip ya? Kok kamu nggak bisa mbedainnya ?" tanya ichigo dengan heran .
"Enggak kok.. Cuma mau tanya aja, " jawab Ryu dengan rada kikuk.
"Ooo..jangan-jangan kamu suka ya sama Sakura? Cie..." ledek ichigo dengan ceplas-ceplos.
“Iih..apaan sih? " kata Sakura dengan rada-rada sewot. *wkwkw...*
Setelah percakapan itu selesai Ryu pun pergi begitu saja..*dasar !*
Dua puluh menit sudah Ichigo dan Sakura menungu jemputan mereka dan akhirnya mereka pun dijemput dan pulang ke rumah masing-masing.
"Enggak kok.. Cuma mau tanya aja, " jawab Ryu dengan rada kikuk.
"Ooo..jangan-jangan kamu suka ya sama Sakura? Cie..." ledek ichigo dengan ceplas-ceplos.
“Iih..apaan sih? " kata Sakura dengan rada-rada sewot. *wkwkw...*
Setelah percakapan itu selesai Ryu pun pergi begitu saja..*dasar !*
Dua puluh menit sudah Ichigo dan Sakura menungu jemputan mereka dan akhirnya mereka pun dijemput dan pulang ke rumah masing-masing.
~tbc~
[1] Getsuyoubi : hari senin
[2] *piip!* elementary school : gak mau promosi nama sekolah
[3] Kayoubi : hari selasa
A/N : Whuahahah akhirnya selesai juga chapter 1 ini *ketawa nista* Bagi yang udah baca pasti bigung sebenernya ini latar tempatnya dimana ya kan ? *Lah aku aja yang bikin juga bingung lho!#PLAK!* Sebenernya ini alur maupun latarnya memang saiia buat ruwet alias aneh-aneh alias neko-neko jadi harap maklum dan jangan bakar saiia.