Fandom : Axis Power Hetalia
Disclaimer : Axis Power Hetalia © Hidekaz Himaruya
WARNING! OOC, OC, geje , abal, dan lain-linnya. Don’t like don’t read
Title : Loving Vacances en Français
Chapter 1 : J’aime Ma Seuor
Summary : “....,”
A/N : “....,”
J’aime Ma Seuor
Musim panas di Paris memang lebih panas dibandingkan negara-negara lainnya di Eropa. Sehingga banyak orang enggan datang ke sana. Tapi hal ini tak menghalangi niat Allied Forces untuk berlibur di sana. Yah..walaupun karena sedikit –baca: banyak- mendapat paksaan dari Francis.
Dalam liburan ini Francis juga mengusulkan –baca: memaksa- untuk mengajak adik mereka. Sebenarnyanya sih ini semua hanya siasat Francis agar bisa berlibur bersama adiknya, Aimee yang sedikit –baca: sangat- membencinya.
Ya, walaupun kakak adik, Aimee sangat membenci kakaknya yang berotak mesum itu. Aimee juga sering tak mengakui France sebagai kakaknya. Tapi tentu saja Francis tak memedulikan sikap Aimee itu. Karena dia tau sesungguhnya Aimee juga menyayanginya –baca: mencitainya-. *author ditendang Aimee ke bulan karena mengada-ngada*
***
Sehari sebelum kedatangan Allied Forces di Paris..
Rumah kediaman keluarga Bonnefoy,
“Ayo, Aimee bantu aku beres-beres kamar tamu!” ajak Francis.
“Lakukanlah sendiri! Siapa juga yang mengajak mereka berlibur di sini?” tolak Aimee dengan ketus.
“Ayolah, Aimee. Nanti kan juga ada adik-adik mereka,” bujuk Aimee.
“Huuh! Ya, sudah tapi hanya kali ini ya aku sudi membantumu,” kata Aimee sambil ikut membereskan ruang tamu.
Setelah kamar tamu itu dirasa cukup rapi dan layak untuk ditempati, Aimee bersantai-santai di kamarnya sedangkan France pergi ke dapur untuk membuat makan siang.
Kamar, Aimee...
“Huupft..lelahnya~” kata Aimee sambil menjatuhkan dirinya di kasur.
“Ohh..iya aku belum menyelesaikan rancangan bajuku!” ujar Aimee sambil menepuk kenignya.
Coret..coret..coret..
Gambar…gambar..gambar…
“Fyuuh~ Akhirnya selesai juga.”
Lalu…
“Aimee…cepat ke bawah makan siang sudah siap!” teriak francis dari ruang makan.
“Iya…” sahut Aimee sambil berjalan menuju ruang makan.
Seusai makan sian…
“Aimee, nanti malam mau nggak jalan-jalan di sekitar Eiffel?” tanya Francis.
“Mnn.gimana ya?” jawab Aimee sambil mengkerutkan kening seperti sedsng berfikir. Padahal sih dia sama sekali gak mau jalan-jalan sama Francis.
“Ayolah, Aimee! Jangan kecewain kakakmu yang awesome ini*emang Gillbert?*” bujuk Francis dengan tatapan puppy eyes.
“Mnn…” Aimee kembali berguman sambil mengerutkan keningnya. “… Ok deh! Tapi jangan bikin aku malu. Kalo enggak…” ancaman Aimee terputus karena kalah akan suara sorakan Francis.
“Yeeeeeei!!! Akhirnya Aimee kau tak menolakku juga,” kata Francis di dalam hati.
***
“Aimee..”pangil Francis.
“Apa?” tanya Aimee.
“Malam ini indah sekali ya? Apalagi di sini, di dekat Menara Eiffel yang terlihat Anggun ditengah malam,”tanya Francis balik.
“Hnn..” gumam Aimee. “Kayak kamu belum pernah liat aja?” tanya Aimee lagi.
“Yahh..bukannya gitu, tapi malam ini bener-bener indah banget. Apalagi di sini ada kamu..” jawab Francis.
Wajah Aimee mulai bersemu merah, tapi dia tetap sadar bahwa dia, Francis orang yang baru saja mengatakan sebuah kata yang membat hatinya bahagia (?) adalah orang yang benar-benar dia benci. Karena dia bukanlah tipe kakak yang bias melindungi adiknya melainkan tipe kakak yang suka membuat adiknya malu karena kekonyolannya.
“Aimee..” kata Francis. “Aku…suka kamu..walau ku tahu ini sesuatu yang terlarang, tapi aku benar-benar mencintaimu” ujar Francis asmbil menconba memeluk dan mencium Aimee.
“Haah?! Dasar mesum!!! Sadar aku ini adikmu!” teriak Aimee sambil mencoba menjauh dari Francis.
“Aimee..kenapa? Kenapa kau menolakku?” tanya Francis.
“Aku itu masih normal bodoh! Aku tidak ‘brother complek’ seperti adik teman-temanmu itu!” jawab Aimee.
“Ta..tapi..Aimee..aku mencintaimu…”ujar Francis lagi.
Sambil berlari menjauhi Francis, Aimee berkata “Dasar kakak bodoh!!! Aku tak sudi menganggapmu sebagai kakakku lagi!!*emang Aimee pernah menganggap Francis sebagai kakaknya?*”
“Aimee….tunggu aku!!” teriak Francis yang mengejar Aimee dengan tubuh yang tiba-tiba saja telanjang bulat.
Orang-orang di sekitar Menara Eiffel yang sedari tadi mengagumi keindahan suasana malam ini enjadi terusik karena perbuatan Francis yang mengejar-ngejar seorang gadis yang tak lain adalah adiknya sendiri tanpa mengenakan pakaian.
“Francis!!!!” jerit Aimee yang mulai menyadari kalau perhatian orang-orang tertuju padanya dan Francis.
Aimee pun berlari pulang meninggal Francis yang mesih berlari-lari mencarinya.
***
Sesampainya di ramah, Aimee segera menuju kamarnya dan mengnci pintu.
“Aaargh..dasar Francis bodooh!!! Tukang bikin malu. Awas kau besoookk!” jerit Aimee yang masih geram akan perbuatan Francis samil memukul-mukul bantalnya.
Setelah puas memukul-mukul bantalnya sambil memaki-maki Francis, Aimee merasa lelah dan pada akhirnya ia terlelap.
Tok..tok..tok..
“Aimee..Aimee..Ayo bangun” teriak Francis sambil mengetuk-netuk -baca: menggedor-ngedor- pintu kamar Aimee.
Tok..tok..tok..
“Aimee..Cepat bangun ayo temani aku menjemput teman-temanku di airport!” seru Fancis.
Mendengar suara rebut-ribut di depan kamarnya, Aimee pun terbangun lalu membuka pintu kamarnya.
“Kenapa?” tanya Aimee sambil mengucek-ngucek matanya yang masih mengantuk.
“Ayo, temani aku menjemput teman-temanku di airport,” ulang Francis.
“Jemput saja sendiri! Merekakan teman-temanmu!” jawab Aimee ketus.
“Ayolah, Aimee..Kan tidak hanya ada mereka, ada adik-adik mereka juga,” bujuk Francis.
“Ahh..Iya-iya! Sana pergi dulu aku mau mandi dulu!” ujar Aimee pada akhirnya.
Di airport…
“Huh..mana si mesum itu?” Arthur pada teman-temannya.
“Sabarlah, Arthur.. Francis mungkin tak bisa menghindari kemacetan karena dia bukan Hero sepertiku,” jawab Alfred penuh percaya diri sambil makan burger kesukaannya.
“Kakak..sih sudah kubilang juga jangan liburan di sini! Lebih baik juga kita jalan-jalan di sekitar London,” protes seorang gadis yang bernama Lizzie.
“Da, benar! Harusnya kita menolak ajakan si mesum itu, da~” kata Ivan ikut nimbrung.
“Benar kata Nii-chan! Lebih baik juga ditolak. Di sini panas!” kata Nataliee menyetujui perkataan Ivan.
“Ah..sudahlah..berlibur di sini juga tidak apa-apa aslkan kakakku selau ada di sampingku~” kata Sally untuk menyudahi celotehan-celotehan tak penting yang akan menggagu kakaknya yang Hero itu.
“Yaa..betul!” kata Natalie dan Lizzie menyetujui perkatan Sally.
Krik..krik..krik…
Hening sesaat sampai terlihat Francis yang melambai-lambaikan tangannya sambil tersenyum lebar ditemani adiknya, Aimee yang terlihat cuek-cuek saja dengan keadaan di sekitarnya.
“Maafkan aku terlambat menjemput kalian..” kata Francis.
“Yaah..tak apa bagi seorang Hero ini karena aku memiliki jiwa pemaaf,” kata Alfred lulu melanjutkan acara makan burgernya lagi.
“Oh..ya ayo kita kerumahku…” ajak Francis.
***
“Ayo, silahkan masuk di rumahku ini,” ujar Francis mempersilahkan tamu-tamunya itu masuk.
“Wah..rumahmu tak banyak berubah ya?” tanya Arthur barbasa-basi.
“Hahah...biasa saja kau ini, Arthur,” kata Francis menaggapi pertanyaan temannya itu.
“Ayo, duduk dulu. Kita ngobrol-ngobrol,” ajak Francis kepada teman-temannya. “Aimee, ajak adik mereka ngobrol di kamarmu saja. Kami mau membicarakan sesuatu yang penting di sini,” perintah Francis.
“Nnnh..” gumam Aimee. “Ayo ikut aku!” ajak Aimee.
Sementara Aimee mengajak Lizzie, Natalie, dan Sally ke kamarnya...
“Al, beri tau aku dong supaya adikku bisa seperti adikmu itu yang sangat-sangat menyukaimu!” pinta Francis langsung to the point.
“Hoho..tenanglah kawanku tentu saja Hero yang baik hati akan memberi taumu,” kata Alfred.
“Cih..dasar bodoh! Mau-maunya kau mendengarkan perkataan si maniak burger itu,”dengus Arthur.
“Da, tenanglah Arthur.. Sekali-sekali saja kita dengarkan,” kata Ivan menenangkan Arhtur.
“Begini, muunchmunch..adikku itu menyukai muunchmuunch..aku karena akumuunchmunch.. seorang Hero muunchmuunch.. dan Hero itu memang muunch..munch.. banyak disukai orang muunch..munch..” kata Alfred sambil memakan burger.
Mendengarkat jawban Alfred itu, Francis hanya bisa sweatdrop..
“Tuhkan perkataan si maniak burger itu memang tak masuk akal!” ujar Artur.
“Da, benar Art, perkataannya memang tak masuka akal. Mana ngomong sambil makan pula,” timbal Ivan menatap Alfred yang tak peduli.
“Yahaaha..sudahlah kawan-kawanku..ayo kita ke taman belakang melihat bunga-bunga mawar yang indah itu~” ajak Francis agar teman-temannya tak berkelahi.
Di kamar Aimee...
“Anggap saja kamar sendiri..” kata Aimee sambil mempersilahkan masuk.
“Waah..Iya Aimee..” kata Sally penuh ceria sambil membuka jendela kamar Aimee.
“Aimee, kenapa kau terlihat tak senang? Apa kau tak menyukai kami ada di sini?” tanya Lizzie karena Aimee memang tak bisa menyembunyikan wajah bete-nya.
Mendengar pertanyaan Lizzie yang mengejutkan itu,Aimee segera tersenyum lalu menjawab, “Oh..tentu saja tidak. Hanya saja...”
“Huu..huu..Aimee kau jahat! Kau tak menyukaiku berada di sini..” isak Sally.
“Eeh..bukan. Bukan aku tidak menyukai kalian berada di sini. Hanya saja.....” Perkataan Aimee terputus lagi karena Sally mulai menangis lagi.
“Huuu..huu..Tuh kan kamu gak suka. Huhuuhu...” kata Sally sambil terus menangis.
“Ssshht..Diamlah Sally!” perintah Natalie yang merasa terganggu aakan suara tangis Sally.
“Bagaimana Aimee bisa menjawab jika kau terus memotong setiap dia mau menjelaskan?
Karena takut dengan aura hitam yang mulai menyelubungi tubuh Natalie, Sally pun diam dan bersembunyi di belakang Lizzie.
“Aku tak sudi menghabiskan liburanku di sini terutama dengan Francis,” ucap Aimee sambil duduk di ranjangnya.
“Why? Kenapa kau tak suka berlibur bersama kakakmu itu? Seharusnya kau menyukainnya. Seperti aku menyukai berlibur bersama my Hero itu..” tanya Sally.
“Baka!! Siapa juga yang mau menghabiskan waktu liburannya bersama si mesum, Francis itu. Iyakan, Aimee?” tanya Lizzie sambil menjitak kepala Sally.
“Aduuh~ sakit!” protes Sally.
“Hyaah~ diamlah kalian berdua jangan ribut terus! Biarkan Aimee menjawab,” tegur Natalie.
“Merci, Natalie,” kata Aimee. “Aku memang tak mau menghabiskan waktu liburankku dengannya. Aku bahkan tak sudi lagi menganggapnya sebagai kakak.”
Lizzie, Sally, dan Natalie hanya bisa ber-ohh ria mendengar penjelasan Aimee.
“Aimee..bolehkah aku melihat koleksi pakaianmu?” tanya Sally.
“silahkan,” kata Aimee mengizinkan.
***
Sementara itu...
“Indah sekali mawar-mawar ini, da~ tapi tentu saja lebih indah bunga matahari,” puji Ivan.
“Merc.Nnn..Apa?!,” ucap Francis. “Eh, Yao, adikmu tidak ikut ya?”
“Ya, adikku tak bisa ikut aru~” jawab Yao.
“Itu bagus, da~ “ bisik Ivan di telinga Yao.
Yang lain hanya bisa melihat sambil bergidik ngeri..
“Muunch..munch...Jalan- jalan yuk eh!” ajak Alfred.a
“Mau kemana al? Ke Eiffel atau ke mana?” tawar Francis.
“Jiaah..seperti tak tau saja si maniak burger itu tentu saja mau mengajak kita jalan-jalan mencari burger atau pergi ke McDonal,” sahut Arthur mendahului Alfred.
“Jangan menuduhsembarang alis tebal! Siapa yang mau kesana? Aku Cuma pingin jalan-jalan di sekitar sini lalu pergi makan burger saja kok (perasaan sama aja deh),” sangkal Alfred.
“Baka! Itu sama saja!” ujar Arthur sewot.
“Sudahlah aru~ jangan bertengkar,” ujar Yao. Tapi Alfred dan Arthur tetap melanjutkan adu mulut mereka.
“Diam da~!” ucap Ivan sambil mau ber kolkolkolkol~ ria karena Alfred dan Arthur tak mau mendengarkan perkatan Yao.
“Sudah-sudah kalo begitu kita pergi ke Arc de Triomphe saja” tawar Francis supaya tak terjadi kekacauan di rimahnya.
Lalu, Francis pun menuju kamar Aimee untuk memberi tau kepada mereka kalau mereka akan pergi ke Arc de Triomphe.
***
“Wah..indah sekali aru~” kata Yao.
“Ya, tentu saja indah..tapi di sini panas! Ya kan Nii-chan?” tanya Nataliea meminta dukungan Ivan.
“Da, benar,” jawab Ivan karena takut jika adiknya itu mengeluarkan aura hitam.
“Sudahlah..Apa kalian mau tidak mau tau sejarah tentang Arc de Triomphe ini?” tanya Francis.
“Tentu saja Hero ini mau tau,” jawab Alfred.
“Hoho..bagus. Aimee, ma cherie tolong jelaskan kepada oarng-orang ini,” pinta Francis.
“Ekm.. Arc de Triomphe ini dibangun atas perintah Napoleon Bonaparte dengan tujuan menghormati jasa tentara kebesarannya. Arc de Triomphe juga merupakan salah satu monumen terkenal di Paris yang menjadi latar belakang ansambel perkotaan di Paris. Dulu sebelum jasat Napoleon dimakamkan di Invadile, ia dibawa melewati monemen ini” terang Aimee.
Aimee hanya bisa ber-sweatdrop saat melihat teman-taman kakaknya berserta adiknya setengah mengantuk.
“Kalian berjalan-jalanlah mengagumi monumen ini,” saran Francis.
“Baiklah..Yao ayo kita ke sana,” ajak Ivan.
“Tunggu, Nii-chan aku ikut!” kata Natalie.
“Hei, Art apa kau mau menemani Hero ini membeli burger?” tanya Alfred.
“Dasar maniak burger! Ayo deh aku temani sekalian aku mau membeli makanan ringan,” jaawab Arthur.
“Kakak..Aku ikut~” rengek Sally.
“Di sini sajalah. Bermain bersama adik old man itu,” tolak Alfred.
“Apa katamu?!” teriak Arthur sambil pergi bersama Alfred mencari resto yang menjual makanan sampah itu. –author dilempar sandal sama Alfred-
“Sudahlah..Ayo, Sally kita jalan kesana. Aimee, apa kaumau ikut?” tawar Lizzie.
“Ya, tentu saja” jawab Aimee.
“Aimee..”kata francis.
Karena tak mendengar sahutan dari Aimee Francis pun melanjutkan perkataannya lagi. Padahal Aimee sudah tidak ada di situ.
“Aimee, ma chérie.. Je t’aime. Maukah kau menjadi kekasihku?” tanya Francis. Karena Aimee kembali diam seribu bahasa maka Francis menengok kebelakangnya dan mendapati bahwa Aimee sudah tidak ada di situ lagi.Francis pun rada malu dikit karena dari tadi ngoceh sendiri seperti orang gila.
Setelah clingak-clinguk kesana-kemari akhirnya Francis menemukan Aimee sedang bersama Lizzie dan Sally.
“Aimee..” panggil Francis.
“Ya..kenapa?” tanya Aimee dengan ogah-ogahan.
“Boleh aku berbicara sebentar denganmu?” tanya Francis sambilmenatap Lizzie dan Sally dengan tatapan mengusir.
“Mnn..Aimee, kita pergi ke sana dulu ya~” kata Sally sambil menarik tangan Lizzie untuk segera pergi dari situ.
“Aimee..” ucap Francis.
“Kenapa?” tanya Aimee ketus dengan wajah masam.
“Aimee, ma chérie..Je t’aime,” kata Francis so sweet.
“What?” kata Aimee tak percaya dengan perkataan kakaknya barusan.
“Je t’aime, Aimee,” ulang Francis.
Wajah Aimee mulai bersemu merah saat Francis mengulangi perkataannya lagi.
“Frère désolé, je ne peux pas accepter,” tolak Aimee.
“Ya, tidak apa-apa, ma cherie aku mengerti. Pasti kau sangat membenciku,” ujar Francis.
“Maaf..” ucap Aimee lalu mulaimengeluarkan butiran-butiran bening dari matanya.
“Sudah..tak apa, Aimee. Jangan menangis,” bujuk Francis lalu memeluk adik perempuannya yang paling dia saying itu.
“Aimee, what’s up? Kenapa kau menangis?” tanya Alfred yang sudah kembali dari membeli burger.
“Yaa, kenapa kau menangis? Kau di apakan oleh si mesum itu?” tanya Arthur ikut nimbrung.
“Tidak..tidak apa-apa,” jawab Aimee sambil menghapus air matanya.
“Francis, aku mau bicara empat mata denganmu,” kata Arthur.
“Kau apakan adikmu itu?”tanya Arthur pada saat mereka sedang berdua.
“Aku tidak mengapa-apakannya. Aku hanya menyatakan perasaanku ini lalu dia menangis,” ujar Francis.
“Kau….” Belum sempat Arthur berbicara sudah disela oleh Ivan yang tiba-tiba muncul.
“Aku lapar, da~ Ayo kita makan, Francis!” ajak Ivan sambil melirik ke yang lainnya.
“Ya, kami lapar!!” kata mereka kompak.
“Oh..oke ayo kita makan,” kata Francis.
***
Sesampainya di restoran..
“Waah..bagus sekali suasana di sini aru~” kata Yao.
“Ya, begitulah..” sahut Aimee mendahului Francis.
“Nii-chan, kita duduk di sana yuk!” ajak Natalie.
“Da, di sana saja,” tunjuk Ivan.
“Hello..Biarkan Hero saja yang memilih tempat,” sela Alfred.
“Ya, disana saja,” kata Sally menyetujui pilihan Alfred.
“Que voulez-vous le maître et la maîtresse du message?” tanya si pelayan.
“L’escargot neuf,” ucap Francis.
“Oui, monsieur,” kata si pelayan lalu pergi.
“Makanan apa itu l’escargot? Apakah seenak burger?” tanya Alfred.
“Ya, tentu saja lebih enak dari burger bodohmu itu, tapi tentu saja tak seenak scone-ku,” cemoh Arthur.
“Sudah lah kak, jangan pedulikan ucapan si alis tebal itu” kata Sally menenangkan kakaknya.
“Sudah-sudah..Itu pesanan kita sudah datang aru~” kata Yao.
“Hmmn..dari baunya pasti lezat,” kata Sally.
Taraaaaaaaa…siput!!
Semuanya ber-sweatdrop ria (kecuali francis dan Aimee) karena ternyata makanan pesanan mereka adalah siput.
“Lumayan enak juga makanan ini, Aimee,” kata Natalie.
“Iya enak aru~” tipal Yao.
“Merci beaucop,” kata Aimee.
Setelah makan mereka pulang karena hari sudah mulai larut.
--Tobecontinued--
Merci (beacoup) : terimakasih (banyak)
Ma chérie : sayangku
Je t’aime : aku cinta kamu
Frère désolé, je ne peux pas accepter : maaf kak, aku tidak bias menerimamu
Que voulez-vous le maître et la maîtresse du message : apa yang ingin tuan dan nona pesan
L’escargot : makanan khas Prancis dari siput
Neuf : sembilan
Oui, monsieur : ya, tuan
A/N : Whuuua…akhirnya selesai juga fic ini.*sujud syukur* Summimasen kalo-kalo bahasa prancisnya ada yang nggak sesuai, banyak miss typo(s), dan ada yang kurang berenan. Mohon juga bantuannya dari senpai-senpai karena saiia masih pemula…*puppy eyes*